Translate

Tampilkan postingan dengan label cerita hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita hidup. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Juli 2024

DATA NASIONAL DIRETAS GUYS...

 

Bagaimana data nasional bisa diretas di indonesia

Data nasional bisa diretas di Indonesia melalui berbagai metode dan teknik yang digunakan oleh peretas (hacker). Berikut adalah beberapa cara umum bagaimana data nasional bisa diretas:

Serangan Phishing:

Cara Kerja: Peretas mengirim email, pesan teks, atau pesan media sosial yang tampak seperti berasal dari sumber tepercaya. Pesan ini berisi tautan atau lampiran berbahaya yang, jika diklik atau diunduh, dapat menginstal malware atau mencuri informasi login.

Contoh: Pegawai pemerintah atau perusahaan yang mengakses sistem nasional bisa tertipu untuk memberikan kredensial mereka kepada peretas.

Malware dan Ransomware:

Cara Kerja: Malware adalah perangkat lunak berbahaya yang dirancang untuk merusak, mengganggu, atau mendapatkan akses tidak sah ke sistem komputer. Ransomware mengenkripsi data korban dan meminta tebusan untuk mendekripsinya.

Contoh: Malware dapat menyusup melalui email, unduhan yang tidak aman, atau perangkat USB yang terinfeksi, dan kemudian mencuri atau mengunci data penting.

Eksploitasi Kerentanan Perangkat Lunak:

Cara Kerja: Peretas mencari dan mengeksploitasi kerentanan dalam perangkat lunak yang digunakan oleh sistem nasional. Kerentanan ini bisa berupa bug atau kelemahan dalam sistem operasi, aplikasi, atau perangkat lunak keamanan.

Contoh: Penggunaan versi perangkat lunak yang tidak diperbarui atau tidak dilindungi dengan baik bisa memberi kesempatan bagi peretas untuk mengakses data.

Serangan DDoS (Distributed Denial of Service):

Cara Kerja: Serangan DDoS melibatkan pembanjiran sistem dengan lalu lintas internet yang berlebihan, membuatnya tidak dapat berfungsi dengan benar. Meskipun ini tidak selalu mencuri data, serangan ini dapat mengganggu layanan dan membuka celah untuk serangan lebih lanjut.

Contoh: Sistem layanan publik online bisa menjadi tidak dapat diakses, membuat pengelola sistem kewalahan dan mengalihkan perhatian dari serangan lain yang sedang berlangsung.

Penyusupan Jaringan Internal:

Cara Kerja: Peretas bisa menyusup ke jaringan internal organisasi melalui koneksi fisik atau jarak jauh. Ini bisa dilakukan dengan cara sosial engineering, seperti menyamar sebagai pegawai atau vendor.

Contoh: Mengakses jaringan melalui titik akses Wi-Fi yang tidak aman atau menggunakan kredensial yang dicuri.

Serangan pada Penyedia Layanan Pihak Ketiga:

Cara Kerja: Banyak organisasi bergantung pada penyedia layanan pihak ketiga untuk berbagai layanan TI. Jika penyedia ini tidak memiliki keamanan yang memadai, data yang mereka kelola bisa diretas.

Contoh: Serangan pada perusahaan cloud atau vendor perangkat lunak yang menyediakan layanan untuk pemerintah.

Social Engineering:

Cara Kerja: Teknik manipulasi psikologis untuk mempengaruhi orang agar mengungkapkan informasi rahasia atau melakukan tindakan yang memungkinkan peretas mendapatkan akses ke sistem.

Contoh: Menyamar sebagai atasan yang meminta informasi sensitif melalui telepon atau email.

Brute Force Attack:

Cara Kerja: Peretas menggunakan program otomatis untuk mencoba berbagai kombinasi kata sandi sampai menemukan yang benar.

Contoh: Mencoba mengakses akun administrator dengan berbagai kombinasi kata sandi hingga berhasil masuk.

Insider Threats:

Cara Kerja: Ancaman yang datang dari dalam organisasi, seperti pegawai atau mantan pegawai yang memiliki akses ke data sensitif dan menyalahgunakannya.

Contoh: Pegawai yang tidak puas atau memiliki motif finansial dapat mencuri atau merusak data.

Man-in-the-Middle (MitM) Attack:

Cara Kerja: Peretas memotong komunikasi antara dua pihak untuk mencuri atau memodifikasi data yang sedang ditransfer.

Contoh: Mengintersepsi komunikasi antara pengguna dan server pemerintah untuk mencuri data login.

Untuk mencegah peretasan data nasional, sangat penting bagi pemerintah dan organisasi terkait untuk mengadopsi langkah-langkah keamanan yang ketat, seperti enkripsi data, pemutakhiran perangkat lunak secara rutin, pelatihan keamanan siber bagi karyawan, dan penerapan sistem deteksi dan pencegahan intrusi

Bagaimana data nasional bisa diretas di indonesia

Data nasional bisa diretas di Indonesia melalui berbagai metode dan teknik yang digunakan oleh peretas (hacker). Berikut adalah beberapa cara umum bagaimana data nasional bisa diretas:

Serangan Phishing:

Cara Kerja: Peretas mengirim email, pesan teks, atau pesan media sosial yang tampak seperti berasal dari sumber tepercaya. Pesan ini berisi tautan atau lampiran berbahaya yang, jika diklik atau diunduh, dapat menginstal malware atau mencuri informasi login.

Contoh: Pegawai pemerintah atau perusahaan yang mengakses sistem nasional bisa tertipu untuk memberikan kredensial mereka kepada peretas.

Malware dan Ransomware:

Cara Kerja: Malware adalah perangkat lunak berbahaya yang dirancang untuk merusak, mengganggu, atau mendapatkan akses tidak sah ke sistem komputer. Ransomware mengenkripsi data korban dan meminta tebusan untuk mendekripsinya.

Contoh: Malware dapat menyusup melalui email, unduhan yang tidak aman, atau perangkat USB yang terinfeksi, dan kemudian mencuri atau mengunci data penting.

Eksploitasi Kerentanan Perangkat Lunak:

Cara Kerja: Peretas mencari dan mengeksploitasi kerentanan dalam perangkat lunak yang digunakan oleh sistem nasional. Kerentanan ini bisa berupa bug atau kelemahan dalam sistem operasi, aplikasi, atau perangkat lunak keamanan.

Contoh: Penggunaan versi perangkat lunak yang tidak diperbarui atau tidak dilindungi dengan baik bisa memberi kesempatan bagi peretas untuk mengakses data.

Serangan DDoS (Distributed Denial of Service):

Cara Kerja: Serangan DDoS melibatkan pembanjiran sistem dengan lalu lintas internet yang berlebihan, membuatnya tidak dapat berfungsi dengan benar. Meskipun ini tidak selalu mencuri data, serangan ini dapat mengganggu layanan dan membuka celah untuk serangan lebih lanjut.

Contoh: Sistem layanan publik online bisa menjadi tidak dapat diakses, membuat pengelola sistem kewalahan dan mengalihkan perhatian dari serangan lain yang sedang berlangsung.

Penyusupan Jaringan Internal:

Cara Kerja: Peretas bisa menyusup ke jaringan internal organisasi melalui koneksi fisik atau jarak jauh. Ini bisa dilakukan dengan cara sosial engineering, seperti menyamar sebagai pegawai atau vendor.

Contoh: Mengakses jaringan melalui titik akses Wi-Fi yang tidak aman atau menggunakan kredensial yang dicuri.

Serangan pada Penyedia Layanan Pihak Ketiga:

Cara Kerja: Banyak organisasi bergantung pada penyedia layanan pihak ketiga untuk berbagai layanan TI. Jika penyedia ini tidak memiliki keamanan yang memadai, data yang mereka kelola bisa diretas.

Contoh: Serangan pada perusahaan cloud atau vendor perangkat lunak yang menyediakan layanan untuk pemerintah.

Social Engineering:

Cara Kerja: Teknik manipulasi psikologis untuk mempengaruhi orang agar mengungkapkan informasi rahasia atau melakukan tindakan yang memungkinkan peretas mendapatkan akses ke sistem.

Contoh: Menyamar sebagai atasan yang meminta informasi sensitif melalui telepon atau email.

Brute Force Attack:

Cara Kerja: Peretas menggunakan program otomatis untuk mencoba berbagai kombinasi kata sandi sampai menemukan yang benar.

Contoh: Mencoba mengakses akun administrator dengan berbagai kombinasi kata sandi hingga berhasil masuk.

Insider Threats:

Cara Kerja: Ancaman yang datang dari dalam organisasi, seperti pegawai atau mantan pegawai yang memiliki akses ke data sensitif dan menyalahgunakannya.

Contoh: Pegawai yang tidak puas atau memiliki motif finansial dapat mencuri atau merusak data.

Man-in-the-Middle (MitM) Attack:

Cara Kerja: Peretas memotong komunikasi antara dua pihak untuk mencuri atau memodifikasi data yang sedang ditransfer.

Contoh: Mengintersepsi komunikasi antara pengguna dan server pemerintah untuk mencuri data login.

Untuk mencegah peretasan data nasional, sangat penting bagi pemerintah dan organisasi terkait untuk mengadopsi langkah-langkah keamanan yang ketat, seperti enkripsi data, pemutakhiran perangkat lunak secara rutin, pelatihan keamanan siber bagi karyawan, dan penerapan sistem deteksi dan pencegahan intrusi.

Siapakah ransomware yg membobol data nasional di indonesia?

Pada tahun 2024, Indonesia mengalami serangan ransomware yang menargetkan Pusat Data Nasional (PDN), yang dioperasikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Ransomware tersebut adalah varian dari LockBit 3.0 yang dikenal sebagai Brain Cipher. Serangan ini mengakibatkan gangguan layanan di lebih dari 210 lembaga, termasuk layanan imigrasi, yang menyebabkan antrian panjang di bandara dan penundaan dalam proses visa, paspor, dan izin tinggal​ (Enterprise Technology News and Analysis)​​ (Help Net Security)​.


Para peretas meminta tebusan sebesar $8 juta, tetapi pemerintah Indonesia menegaskan tidak akan membayar tebusan tersebut. Serangan ini terjadi pada 20 Juni 2024, ketika peretas berhasil menonaktifkan perlindungan Windows Defender, menginstal file berbahaya, menghapus sistem file penting, dan menonaktifkan layanan yang berjalan, termasuk yang terkait dengan penyimpanan data​ (Help Net Security)​​ (The Cyber Post)​.


Meskipun ransomware yang digunakan adalah LockBit, ada kemungkinan kelompok lain yang memanfaatkan builder LockBit 3.0 yang bocor bisa jadi pelaku serangan ini. Hal ini mengingatkan pada serangan serupa sebelumnya yang juga menggunakan ransomware LockBit​ (Help Net Security)​​ (The Cyber Post)​.

Rabu, 11 Agustus 2021

Cerpen : deja vu

 





Pagi ini ada yang tak lazim. Bunga phalaenopsis amabilis yang selalu bersemayam entah dimana, menyeruak menyelimuti halaman hotel pagi ini. Warnanya yang ungu seronok sebenarnya menjadi pandangan yang biasa-biasa saja buat seorang pelakor muda yang terlihat kerèn ini. Ya, pelakor yang tidak begitu cantik  ini namun menyandang dosen penuh prestise di kampusnya, sungguh sangat menyebalkan untuk aku pandang di dalam episode dunia dejavuku.  Walau apapun kesalahan kecil sudah tidak bercokol dalam benak sanubarinya, batu hitam besar sekalipun akan di tembusnya dengan menghantamnya menggunakan palu gada hasil sepuhan dukun santet asli dari Jogya...masya Allah.  Aku masih menatap mood orchid penuh pesona sambil hati ini menatap penuh emosi pada sang pelakor. Kujalani ritme-ritme dejavu ini, guncangan dan aroma sindromnya tidak beda kalau kita sedang menonton film inception, kala itu inception membahas petualangan sang pencuri pikiran, kali ini inception membahas petualangan sang pencuri hati suami. Aku paham, ini bagian yang paling viral dalam kehidupan para emak-emak yang sedang patah hati.


Kamis, 29 Juli 2021

pensiun 1


Menjalani episode perjalanan hidup di dunia, pasti akan dialami setiap orang,entah ia masih belia, remaja, menjadi pemuda atau sudah renta sekalipun. Apa artinya 'usia' tanpa seorang manusia berusaha menjalaninya dengan penuh ikhlas, penuh kesabaran, juga berjuang tanpa putus harapan. Ditengah melandanya pandemi covid 19 yang membabi-buta, seseorang akan terlihat dari segi mata bathinnya, diakah seorang pejuang sejati atau diakah seorang pecundang yang hanya menjadi beban. Ya kalau kita menilik sejenak tentang beban ini, disinilah kita memulai perjuangan babak baru buat seorang pensiunan. Boleh apa saja pekerjaan seseorang ini, menghadapi era pensiun adalah bergantung pada pola pikir dan pola tindak-tanduk  seorang pensiun. 

Pilihan aktvitas sangat beragam, semua bisa dipilih tanpa kecuali.....boleh berpangku tangan saja sambil mengandalkan uang tabungan hari tua, bisa juga menjalani aktivitas baru yang biasa-biasa saja seperti mengasuh cucu,sekedar menemani pasangan yang sama-sama tua juga, atau mau pergi jalan-jalan keliling dunia (sambil mikir...emang mau nyamperin si covid), atau memperdalam ilmu agama untuk mempersiapkan hari akherat yang dalam bayangan seorang pensiunan sudah mendekati penalti, wah serem juga kalau bayang-bayang kematian kita selipkan dalam rancangan program pensiun kita, jangan-jangan kita berpikir si covidlah biang keladinya..habislah harapan hidup seorang pensiun jika covid dijajarkan dengan takdir Allah Yang Maha menentukan kematian. 

Oke, tidak ada yang bisa memastikan kita akan bagaimana, kita akan berakhir di dunia seperti apa, kita akan menjalani semua episode kita dengan rasa bahagia, syukur atau malah kufur? Semua juga berkat takdirNYA, so pasti Allah tidak akan menyia-nyiakan usaha kita. 

Selamat menjalani hari pensiun anda...

yang sering mampir disini

yg gampang dari gas

Menangkan bundle voucher s.d. Rp 3.6jt dan lihat-lihat produk terlaris kami!

paling populer